Kamis, 05 Desember 2013

Putri kecilku Jadi Guru Di Lingkungan Rumah ^_^

08 Maret 2010 lalu dirumah bidan aku melahirkan seorang putri kecil yang Alhamdulillah dilahirkan secara normal yang aku beri nama Maulidina Larasati Fida tapi biasa kupanggil Naaa. Dan sekarang pas aku nulis ini putriku udah umur 3 thn 9 bln udah nggak begitu lucu sih emang tapi Naa udah mulai pinter, pinter nggrengek, pinter ngeles, pinter cari alesan, pinter ngomong, pinter momong anak-anaknya tetangga, pinter menghayal. Pokoknya mulai pinter bikin emosi orang tuanya deh :p (emosi bisa banyak arti yach, bisa marah, nangis, ketawa ngakak, dll tapi yg sering sih marah hehehe.....)

Tapi dari sekian banyak kepinterannya Naaa (pinter apa nakal yach? rada2 mirip juga sih :p) aku paling suka klo Naaa lagi main sama bonekanya lucu banget deh udah kayak orang tua gitu, Gendong bonekanya luwes banget, dipakein baju, kadang dipakein pempers juga :D. Naa udah mulai sekolah di KB Insan Kamil. Kadang gampang banget pas diajakin sekolah, tapi ada kalanya nangis dulu kalo mau sekolah (yah namanya juga anak-anak yach, jadi masih maklum). Kalau siang pas pulang sekolah Naa suka main sama anak tetangga nah lucunya apa yang diajarin/diomongin sama gurunya dipraktekin sama teman-temannya dirumah itu. Jadi Naa yang jadi guru, muridnya itu teman-temannya yang umurnya baru 1-2 thnan gitu, xixixi lucu deh ngomongnya. Pokoknya seneng deh ngeliatin Naa kalo lagi main entah sendiri apa sama anak tetangga, gayanya udah kayak orang gede aja, xixixi lucu deh. Sampai-sampai ama tetangga Naa dipanggil gurunya anak-anak sekitar rumah :D


Minggu, 20 Januari 2013

Tips Melepas Botol/Dot

 

Pada usia 2-3 tahun, anak seharusnya sudah tak tergantung lagi pada botol susu. Menghentikan atau mengganti suatu kebiasaan tidaklah mudah. Anak perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru. Jadi, sangatlah mungkin ia menolak, mengangis dan bahkan marah ketiak ia tidak bisa lagi minum susu dari botol. Nah, supaya mulus transisi antara botol dan gelas, coba langkah berikut:

1. Ajak anak ketika Anda membelikan gelas untuknya. Minta ia memegang gelas itu sebagai perkenalan awal dengan benda yang akan digunakannya sehari-hari untuk minum.

2. Biarkan balita memilih warna, motif, dan desain gelasnya. Tak masalah jika ingin beberapa buah gelas dengan bentuk berbeda, yang penting pastikan pilihan gelasnya tidak mudah pecah.

3. Izinkan balita menggunakan gelasnya sebagai salah satu alat bermain. Misalnya, untuk memberi minum bonekanya.

4. Beri batasan, ia boleh memakai botol hanya pada malam hari, misalnya. Pagi dan siang hari ia harus minum menggunakan gelas.
 
5. Ajak si kecil membuat susu di gelas tersebut. Buatlah kebiasaaan minum susu suatu aktivitas yang menyenangkan.

 6. Letakkan gelas berisi air dari jangkauan balita. Tanpa perlu memaksa, suatu hari saat dia haus, jangan heran jika dia tiba-tiba minum dari gelasnya.

7. Ajak anak berkumpul dengan teman sebaya yang sudah bis aminum dengan gelas. Siapkan acara minum bersama agar ia terdorong minum dari gelas seperti teman-temanya.

Pada hari penyesuaian awal, anda masih bisa berkompromi, misalnya ia masih boleh minum dari botol satu kali dalam sehari, dan selebihya harus minum susu dari gelas. Agar pembentukan kebiasaaan ini berlangsung efektif, konsistensi orang tua sangat diperlukan. Artinya, anda harus mulai tega untuk tidak lagi memberikan botol susu meski anak anda merengek-rengek. Namun Jangan lupa, memberikan apresiasi positif berupa pujian ketika ia mau minum susu dari gelas.

Evi Sukaningrum, Psi, Msi
Ayahbunda